Ada Apa ? Jadwal Agenda Putusan Perkara PMH Tertunda 3 Kali

Wasilah Indi

Jagad Warta – Blitar, Perjalanan Bambang dan Yanti melakukan upaya hukum ajukan Gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH), di Pengadilan Negeri Blitar, melalui, Penasehat Hukumnya yakni, Agus Salim Ghozali, guna mencari keadilan terhadap penyerobotan tanah miliknya, yang berlandaskan sertifikat 1160, atas nama Dwi Darmayanti, memasuki agenda putusan Sang Pengadil.

Para Penggugat maupun para Tergugat saat ini, menunggu hasil putusan dari Sang Pengadil Pengadilan negeri Blitar.

Melalui, Penasehat Hukum, Agus Salim Ghozali, sebagaimana jadwal agenda putusan jatuh pada 13 Januari 2023. Sayangnya, hal itu, terpaksa ditunda dengan jadwal agenda pada 23 Januari 2023.

Perihal penundaan, jadwal agenda putusan kembali terjadi dan dijadwalkan pada 30 Januari 2023. Ternyata dilihat di E- Court Mahkamah Agung putusan di tunda lagi tgl.13 Pebruari 2024, pukul. 10.00 WIB, Pengadilan Negeri Blitar, akan menjatuhkan putusan.

Disinggung terkait, kerapnya penundaan bacaan putusan,, Penasehat Hukum, Agus Salim Ghozali, mengatakan, kerapnya penundaan malah memicu kekhawatiran serta menumbuhkan kecurigaan para Penggugat.

” Ada apa ?, jadwal sidang agenda putusan tertunda hingga ketiga kalinya atau Sang Pengadil benar benar melakukan pertimbangan untuk menjatuhkan putusan ?, ,” ujar Agus Salim Ghozali.

Untuk diketahui, Bambang dan Yanti melakukan upaya hukum PMH ke Pengadilan Negeri Blitar, lantaran, tanah kepemilikan berlandas sertifikat telah di klaim dan dikuasai oleh, Maya Sari Anggraeni salah satu Notaris di Wlingi Blitar dan suaminya yang diduga adalah salah satu oknum di kepolisian Samsat Wlingi Blitar.

Pasangan suami istri diatas, dalam perkara tersebut, sebagai Tergugat yang merasa punya hak atas tanah bersertifikat atas nama Dwi Damayanti.

Masih menurut Penasehat Hukum, Agus Salim Ghozali, bahwa kliennya, tidak pernah menjual tanah sertifikat nomor. 1160 luas 648 M2, kepada siapapun. Apalagi dijual kepada para tergugat atau orang lain.

” Sekali lagi Penggugat selaku, pemilik tanah tidak pernah menjual kepada siapapun, termasuk kepada Tergugat ,” jelas Agus Salim Ghozali.

Upaya hukum gugatan PMH tersebut, sebelumnya, dalam agenda mediasi kedua pihak tidak ada titik temu.

Selanjutnya, beberapa tahapan sidang telah dilalui hingga kini Penggugat menunggu putusan dari Sang Pengadil. Namun, hingga berita ini, diunggah jadwal putusan sempat alami penundaan untuk yang ketiga kalinya.   MET.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari
Girl in a jacket
www.jagadwarta.com