Hukum  

CV. Aditamah Mandiri Divonis Pidana Denda 10 M. Amir Divonis 7 Tahun Plus Denda 10 M

Wasilah Indi

Jagad Warta – Surabaya, Perkara pengangkutan kayu jenis Merbau sebanyak 34 kontainer berlandaskan, dokumen yang diubah status kayu hasil pembalakan liar seolah-olah menjadi kayu yang sah berdampak proses hukum bagi Amir bin Daeng Tata sebagai terdakwa.

Proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, pada Selasa (30/1/2024), Sang Pengadil menjatuhkan vonis pidana denda bagi CV. Aditamah Mandiri sebesar 10 Milyard.

Sedangkan, Amir selaku, kuasa dari CV. Aditamah Mandiri yang ditetapkan sebagai terdakwa dan dilakukan penahanan oleh, Sang Pengadil divonis pidana penjara selama 7 tahun.

Selain pidana kurungan selama 7 tahun, Amir juga di jatuhi denda sebesar 10 Milyard jika tidak dibayar diganti pidana kurungan selama 3 bulan.

Atas putusan Sang Pengadil tersebut, Amir langsung menyatakan banding.

” Kami banding Yang Mulia ,” ungkap Amir.

Putusan Sang Pengadil diatas jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, Sabetania, yakni, menuntut Amir pidana penjara selama 10 tahun dan denda 10 M subsider 6 bulan kurungan.

Seruan dalam putusan Sang Pengadil yakni, mengembalikan 34 kontainer kepada PT. Spill serta merampas kayu gergajian jenis Merbau guna disita oleh, negara.

Untuk diketahui, dalam dakwaan JPU, perkara ini bermula CV.Aditamah Mandiri melalui, kuasanya yakni, Amir , melakukan pengangkutan kayu gergajian jenis Merbau sebanyak 34 Kontainer.

Pengangkutan kayu diatas, terjadi pada November 2022 dan Desember 2022, di Depo Berlian Jasa Terminal Indonesia (BJTI) Perak Utara Jalan. Nilam Timur Kecamatan Pabean Cantikan Surabaya.

Tatkala, Kapal MV.Verizon datang dan bersandar di terminal BJTI, kemudian petugas memantau di lokasi bongkar kontainer Kapal MV.Verizon tersebut.

Keesokan harinya yaitu, pada 20 November 2022, di terminal BJTI setelah muatan  kontainer selesai diturunkan maka petugas melakukan pemeriksaan.

Alhasilnya, ditemukan 30 kontainer berisi kayu gergajian chain saw  masih dalam kategori barang setengah jadi yang berasal dari Nabire Papua Tengah.

Selanjutnya, petugas berkoordinasi dengan PT.Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL), untuk melakukan, tindakan pengamanan terhadap 30 (tiga puluh) kontainer berisi kayu gergajian chain saw dari Nabire Papua Tengah tersebut.

Petugas bersama-sama dengan pihak PT.SPIL dan pihak terminal BJTI, guna melakukan pembukaan kontainer untuk melihat dan memastikan isi, volume, serta pemilik kayu gergajian chain saw  dalam kontainer tersebut.

Melalui, pengecekan ternyata tidak dilengkapi dengan dokumen Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan Untuk Kayu Olahan (SKSHHKO).

Bahwa pada Sabtu tanggal 3 Desember 2022, petugas dari Direktur Pencegahan dan Pengamanan Lingkungan Hidup dan Kehutanan kembali melakukan operasi pengamanan peredaran kayu illegal, dengan cara memeriksa kapal Hijau Jelita karena kapal tersebut, diduga mengangkut hasil hutan kayu ilegal yang berasal dari Papua menuju Jawa Timur.

Atas perbuatannya, Amir dijerat JPU sebagaimana yang diatur dalam pasal 94 ayat 2 huruf D Undang Undang RI nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan sebagaimana yang diubah menjadi Undang Undang RI nomor 6 tahun 2023, tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang nomor 2 tahun 2022, tentang cipta kerja.  MET.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari
Girl in a jacket
www.jagadwarta.com