Kantor Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Malang Keukeuh. Keluarga Besar Bibit Suprapto Menggugat

Sidang Pemeriksaan Setempat (PS) Di Perkara Gugatan Bibit Suprapto Terhadap Kantor PKB Malang

Wasilah Indi

Jagad Warta – Malang, Perkara gugatan nomor.186/Dpt.G/2023/PN.Kpj., yang diajukan keluarga besar Bibit Suprapto (alm) sebagai Penggugat memasuki agenda pemeriksaan setempat (PS).

Agenda PS tersebut, bergulir pada Jumat (27/2/2024), pukul.09.00 WIB, tampak Sang Pengadil dan beberapa panitera melakukan pemeriksaan terhadap obyek yang bersengketa.

Tampak juga Miftahul Hidayah dkk, memberi Kuasa terhadap Penasehat Hukum, Agus Salim Ghozali maupun pihak Tergugat yakni, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) serta pihak turut Tergugat yakni, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Malang.

Sang Pengadil menunjuk sembari melontarkan sebuah pertanyaan berupa, apa benar obyek bersengketa adalah ini ?.

Penasehat Hukum, Penggugat yakni, Agus Salim Ghozali, membenarkan lokasi yang di tunjuk Sang Pengadil adalah obyek perkara.

Dalam hal tersebut, pihak DPC PKB Kabupaten Malang, telah menguasai obyek perkara seluas 972 M2 dengan batasan yakni, sisi utara obyek adalah SDN Dilem, sisi selatan obyek adalah rumah milik Kinatun, sisi barat obyek adalah bangunan STIKES atas nama Iskak dan sisi timu obyek adalah Jalan Raya Kabupaten Malang.

Usai melakukan sidang PS, Sang Pengadil akan melanjutkan sidang berikutnya, pada beberapa pekan ke depan.

Untuk diketahui, obyek sengketa adalah tanah yang sudah ber-Sertifikat atas nama, Bibit Suprapto (alm) yang merupakan, suami dari Miftahul hidayah sebagai Penggugat.

Melalui informasi yang berhasil dihimpun, obyek sengketa sampai sekarang masih atas nama Bibit Suprapto (alm).

Secara terpisah, Penasehat Hukum, Agus Salim Ghozali, mengkisahkan, berawal kenapa Sertifikat atas nama Bibit Suprapto (alm) tidak atas nama DPC PKB Kabupaten Malang.

Tanah tersebut, di dapatkan oleh, Bibit Suprapto (alm) dari Hibah dari P.Ibnu Rubianto (alm) yang merupakan Bupati Malang sebelumnya.

Saat menerima hibah, Bibit Suprapto (alm) semasa hidupnya, sudah berkonsultasi dengan beberapa orang pengurus DPC PKB, karena Bibit Suprapto (alm) juga pengurus DPC PKB pertama.

Lebih lanjut, agar tanah tersebut, langsung di atas namakan ke PKB saja, tapi kata Ibnu Rubianto (alm) tidak berkenan.
Alasannya,karena nanti tanah tersebut, jika Bibit Suprapto (alm) tidak jadi Ketua PKB atau PKB pimpinan Gus Dur tidak jadi PKB Gus Dur, maka tanah dengan sertipikat nomor. 1274, seluas .972 M2 tersebut, akan di wakaf kan baik keseluruhan atau sebagian ke Nahdlatul Ulama (NU).

Hal diatas, permah disampaikan Bibit Suprapto (alm) dan beberapa pengurus karena Sang pemberi Hibah Ibnu Rubianto (eks Bupati Malang) berkenan me wakaf kan ke NU bukan ke PKB.

Sehingga saat ini, tanah sertifikat tersebut, oleh, Ibnu Rubianto di atas namakan, Bibit Suprapto sampai sekarang.

Akhirnya, Bibit Suprapto sebagai DPC PKB Kabupaten Malang, diminta oleh, pengurus DPC PKB Kabupaten Malang, untuk membuat pernyataan dihadapan Notaris Farhan Ismail SH, yang juga pengurus PKB Kabupaten Malang.

Adapun, isi pernyataan yakni, tidak melibatkan dan mengetahui atau persetujuan istri Bibit Suprapto (alm) yang isinya, bahwa tanah sertifikat tersebut, merupakan hibah dari Ibnu Rubianto (alm).

Bahwa tanah tersebut, adalah bukan milik Bibit Suprapto (alm) tapi milik PKB Kabupaten Malang dan bukan untuk diwariskan untuk keluarga Bibit Suprapto (alm).

Isi pernyataan diatas, menjadi pertanyaan keluarga Bibit Suprapto (alm), kenapa ketika Bibit Suprapto masih hidup kok tidak langsung di minta balik nama Bibit Suprapto ke PKB Kabupaten Malang.

Seharusnya, khan !, lebih gampang dan mudah dari pada hanya surat pernyataan yang kebenaran dan ke absahannya belum bisa di pertanggung jawabkan dan surat pernyataan tersebut, juga tidak bisa untuk menjadi hak milik bagi PKB yang legal sesuai Undang-Undang Agraria.

Padahal, sebelum ke kantor hukum Bareng Gus Law Firm ( Agus Salim Ghozali dan Partners) Miftahul Hidayah selaku istri Bibit Suprapto dan anak-anak sudah terjadi pendekatan yang dilakukan sebagai Penggugat ke kantor PKB Kabupaten Malang untuk meminta sertifikat asli.

Permintaan sertifikat asli ke kantor PKB berdasarkan, Miftahul Hidayah sebagai Penggugat memilik copy sertifikat.

Hal diatas, dengan harapan keluarga Penggugat permasalahan ini, bisa di selesaikan secara kekeluargaan.

Sayangnya, pihak Tergugat kantor PKB Kabupaten Malang, tidak berkenan menyerahkan sertifikat asli ke Penggugat karena berpegang pada surat Pernyataan sepihak.

Polemik kedua pihak, telah bergulir sekitar 4 tahun dan proses kekeluargaan tampak tidak tercapai. Sehingga, di tahun 2023, Istri dan anak Bibit Suprapto (alm) sebagai Penggugat melalui, Penasehat Hukum Bareng Gus Law Firm ( Agus Salim Ghozali dan Partners), berupaya, melakukan pendekatan maupun silahturahmi terhadap para Pengurus PKB Kabupaten Malang.

Upaya itu, dilakukan terhadap pengurus PKB Kabupaten Malang yang masih aktif bahkan yang sudah purna tugas.

Beberapa pengurus PKB yakni, Ketua PKB Kabupaten Malang, Ir.H.Kholiq serta pengurus dan tokoh NU lainnya.

Sayangnya, upaya tersebut, tidak ada jalan keluar maka Penasehat Hukum, Agus Salim Ghozali, menyampaikan, kepada para pengurus PKB Kabupaten Malang, bila nanti tidak bisa diselesaikan secara kekeluargaan perkara obyek sengketa akan melakukan upaya hukum.

Upaya hukum pun, ditempuh hingga berproses di Pengadilan Negeri Kepanjen Malang, dengan agenda Sidang Pemeriksaan Setempat (PS).

Diujung keterangannya, Penasehat Hukum Agus Salim Ghozali, melalui, upaya hukum ini, Penggugat sebagai orang kecil berharap, gugatan dikabulkan dan adanya kepastian hukum.  TIM.

 

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari
Girl in a jacket
www.jagadwarta.com