Hukum  

Jaksa Tanggapi Pledoi Firmansyah Natadiredja

Wasilah Indi

Jagad Warta – Surabaya, Pledoi Firmansyah Natadiredja yang disampaikan melalui, Penasehat Hukumnya yakni, Bobyanto Gunawan, S.H., dan Yudo Tarigan, S.H., pada persidangan lalu, ditanggapi oleh, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Yustus Parlindungan, pada Kamis (25/1/2024).

Dipersidangan tersebut, tanggapan JPU diantaranya, mengenai waktu bekerja terdakwa di PT.Tangan Kita Berkarya (TKB) hingga 2023.

Dalam dakwaan, JPU telah mengurai secara cermat terkait, waktu, tempat dan awal mula kerja.

Berdasarkan, keterangan saksi saksi dan bukti surat telah jelas disebutkan, terdakwa adalah Direktur Keuangan.

Sedangkan, tidak ada surat pengangkatan kerja terdakwa, JPU, sampaikan dalilnya, yakni, terdakwa telah menerima gaji.

Adapun, pledoi terdakwa, yang menyatakan, tidak menerima sama sekali bayaran namun mendapatkan tanda terima kasih.

Bahwa pledoi diatas, JPU, beranggapan bentuk terima kasih adalah apresiasi berupa, penghargaan.

Sebagaimana unsur sangkaan memiliki unsur alternatif. Kemudian menanggapi perbuatan terdakwa bukan pidana melainkan perdata, pihak JPU menyampaikan, perkara penggelapan telah memenuhi unsur-unsurnya.

Diujung tanggapan JPU atas pledoi terdakwa, mengatakan, memohon terhadap Sang Pengadil yang memeriksa dan mengadili perkara ini guna menolak pledoi terdakwa yang disampaikan melalui Penasehat Hukumnya.

Hal lainnya, memohon kepada Sang Pengadil untuk menerima semua surat tuntutan JPU.

Usai JPU sampaikan, tanggapan, Penasehat Hukum terdakwa, yaitu, Bobyanto Gunawan, S.H., dan Yudo Tarigan, S.H., dihadapan Sang Pengadil, akan menanggapi jawaban JPU di persidangan berikutnya.

Untuk diketahui, terdakwa selaku, Director OF Finance (CFO) atau Manajer Keuangan PT. TKB, dalam kurun Waktu bulan Desember tahun 2022 sampai Mei 2023, bertempat di Jalan.Simpang Darmo Permai Selatan II nomor. 16 Kota Surabaya, disangka dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan.

Dalam kurun waktu diatas, terdakwa telah
terlambat mengirimkan laporan bulanan yang seharusnya dilaporkan setiap bulan maka untuk mengetahui, kondisi keuangan Perusahaan, pada hari Selasa tanggal 20 Juni 2023, Dick Derian Wardojo dan Bhakti Pratama Adikusumo serta Fonny Nurhadi,
melakukan pertemuan rutin bulanan untuk membahas keuntungan dan kerugian Perusahaan.

Dalam pertemuan rutin tersebut, ditemukan keanehan neraca laba – rugi keuangan Perusahaan.

Dari keanehan itulah, maka Dick Derian mengambil alih kontrol pembayaran dan melalui, print out mutasi rekening bank atas nama Bhakti Pratama Kintan dan PT. TKB diindikasi terdakwa melakukan pengambilan dana yang tidak sesuai prosedur.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 374 KUHP. Dalam tuntutan, JPU, memohon agar terdakwa dijatuhi pidana penjara selama 32 Bulan.   MET.

 

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari
Girl in a jacket
www.jagadwarta.com