Hukum  

Berkas P-21 Gregorius Ronald Tannur Anak Anggota DPR RI Segera Diadili

Wasilah Indi

Jagad Warta – Surabaya, Kasus aniaya pacar hingga meninggal membuat Gregorius Ronald Tannur, anak dari anggota DPR RI, Edward Tannur akan diadili di Pengadilan Negeri Surabaya.

Hal diatas, disampaikan,Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya, Joko Budi Darmawan, yakni, pihak Kejari Surabaya telah menyatakan berkas perkara Gregorius Ronald Tannur, telah lengkap secara formil dan materiil.

Masih menurut Joko Budi Darmawan, bahwa Tim Jaksa Peneliti pada Seksi Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Surabaya, telah selesai melaksanakan penelitian terhadap berkas perkara atas nama tersangka Gregorius Ronald Tanur dan dinyatakan lengkap (P-21).

” Hari ini, kami telah menyelesaikan berkas perkara dari penyidik Polrestabes Surabaya, dengan tersangka Gregorius Ronald Tannur dan hasilnya dinyatakan lengkap atau P-21 ,” bebernya, Kamis (18/1/2024).

Joko Budi Darmawan juga mengatakan, tersangka Gregorius Ronald Tannu, dijerat pasal 338 KUHP, tentang pembunuhan berencana atau pasal 351 ayat (3) KUHP, tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian atau ketiga pasal 359 KUHP, tentang kelalaiannya menyebabkan orang lain mati dan 351 ayat (1) KUHP, tentang penganiayaan.

Lebih lanjut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menunggu pelimpahan tersangka dan Barang Bukti (BB) dari Penyidik Polrestabes Surabaya, nantinya segera dilimpahkan dan dilakukan proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya.

” Bila semua itu terpenuhi, kami akan menyiapkan tim JPU dan melimpahkan berkas tersebut, ke Pengadilan Negeri Surabaya, untuk disidangkan ,” kata Joko.

Perlu diketahui, kronologi penganiayaan itu, bermula pada Selasa 3 Oktober sekira pukul 18.00 WIB, Dini Sera Afrianti (korban meninggal) dan Ronald pergi makan malam di kawasan Surabaya Barat.

Saat itu, ada salah seorang teman menghubungi mereka untuk diundang karaoke di Blackhole KTV Club Lenmarc Mall.

Kemudian, mereka pun pergi ke tempat hiburan malam itu, mereka karaoke sembari menenggak minuman alkohol jenis tequilla hingga terjadi pertengkaran.

Ronald memukul kepala Andini menggunakan botol tequilla lalu kaki Andini ditendang. Perlakukan itu, mengakibatkan, Andini kesakitan hingga jongkok sembari tangannya memegangi kepala.

Posisi ini, seperti korban mencoba menahan sakit dan sekitar pukul 00.10 WIB, dini hari, mereka keluar dari ruang karaoke berjalan menuju tempat parkir mobil.

Andini saat itu berjalan mendahului Ronald Tannur sembari memainkan handphone.
Andini kemudian menuju ke mobil Kijang Innova warna silver plat nomor B 1774 VON mobil itu, milik Ronald lalu Andini berdiri di pintu mobil sebelah kiri.

Sedangkan, Ronald masuk mobil melalui, pintu sebelah kanan dan duduk di kursi kemudi.

Kemudian dia menyalakan mobil dan kakinya menginjak pedal gas. Sehingga mengakibatkan korban jatuh terseret 5 meter.

Kejadian itu diketahui, sekuriti Lenmarc Mall. Ronald pun ditegur. Bukannya Andini diperlakukan secara manusiawi, Ronald turun dari mobil lalu memasukkan Andini ke bagasi.

Ronald kemudian membawa Andini ke Apartemen Orchard, Pakuwon. Kamar 3112 di apartemen itu adalah tempat tinggal Andini.

Sesampainya, pada pukul 01.00 WIB pagi, Ronald membawa Andini ke kamar menggunakan kursi roda karena kondisinya sudah lemas.

Setelah di kamar, Ronald coba memberikan nafas buatan sembari menekan-nekan dada korban. Tapi tidak ada respon maka Andini diantar ke National Hospital.

Andini sampai di rumah sakit sekira pukul 3.00 WIB, kemudian dokter memeriksa kondisi Andini. Dari hasil medis Andini meninggal 30 menit yang lalu. Itu artinya, kemungkinan Andini tewas saat berada di bagasi mobil atau di apartemen.

Atas perbuatannya, polisi menetapkannya, sebagai tersangka dan dijerat dalam Pasal 351 Ayat (3) KUHP dan atau Pasal 359 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.  TIM.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari
Girl in a jacket
www.jagadwarta.com