Hukum  

Pengamen Kompas Pengamen Berbuah Pidana

Wasilah Indi

Jagad Warta – Surabaya, Stanley Stevanus Marco gegara turuti sang adik Yuhan Ferdinan Andromeda minta kaos Bonek terpaksa mengeroyok Abitu Prayogi dan Samsul Gunadi berujung proses hukum di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (19/1/2024).

Stanley dan Yuhan maupun Abitu serta Samsul ke-empat nya adalah pengamen keliling jalanan di sekitar Jalan.Tengger Kandangan VI Surabaya.

Stanley dan Yuhan (dalam berkas terpisah pidana anak) harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, lantaran, mengeroyok Abitu dan Samsul yang saat itu saling berpasangan mengais rezeki dengan mengamen.

Dipersidangan, Abitu dan Samsul dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Estik Dila guna dimintai keterangan sebagai saksi.

Adapun, keterangan Abitu yang menjadi korban keberingasan Stanley beserta adiknya Yuhan mengatakan, saat dirinya makan camilan gorengan di salah satu warung didatangi Stanley dan adiknya.

Di warung, tersebut, Stanley meminta kaos Bonek yang digunakan Abitu guna ditukar kaos lainnya karena Yuhan adiknya menginginkan kaos Bonek.

Abitu yang tidak kenal Stanley merasa di kompas (rampas) memilih guna meninggalkan warung tersebut.

Kepergian Abitu justru memantik Stanley mengejar lalu mengeroyok dengan sang adik Yuhan hingga Abitu babak belur.

” Saya dipukuli kena kepala, pelipis, pipi lebam, hidung dan bibirnya hingga berdarah,” ujar Abitu pelan seakan akan takut memberikan keterangan.

Lebih lanjut, dirinya tidak tahu Stanley dan adiknya memukul berapa kali karena saya hanya menunduk sembari menahan sakit.

Usai menjadi korban pengeroyokan, Abitu melaporkan peristiwa itu ke pihak yang berwajib.

Dikepolisian, dirinya sudah saling berjabat tangan sebagai tanda telah memaafkan perbuatan Stanley dan adiknya namun, orang tua saya tidak terima atas kejadian ini.

Abitu dengan polosnya, juga menyampaikan, meski keluarga Stanley sudah meminta maaf tapi tida ada santunan apapun guna biaya pengobatan.

Lain halnya, dengan Samsul Gunadi, meski juga ikut meninggalkan warung dirinya, luput dari pengeroyokan karena sudah kenal dengan Stanley.

” Saya mengenal Stanley maka saya tidak turut di keroyok,” ungkapnya pelan.

Usai keduanya memberikan keterangan, Stanley Stevanus Marco yang ditetapkan sebagai terdakwa mengamini keterangan kedua saksi.

Sementara, sesi pemeriksaan terdakwa, sebuah pengakuan pengeroyokan dilakukan bersama adiknya Yuhan karena ingin kaos Bonek yang sedang dipakai korban.

Gegara tak membuahkan hasil , terdakwa bersama adiknya memukuli korban dengan tangan kosong.

Pengakuan lainnya, pasca peristiwa tersebut, dirinya belum memberikan uang santunan terhadap korban.

” Saya sangat menyesal Yang Mulia, setelah kejadian ini ,” ucapnya.

Atas perbuatannya, JPU menjerat terdakwa sebagaimana yang diatur dalam pasal 170 ayat (1) Juncto.pasal 55 ayat (1) ke 1 atau pasal 351 Ayat (1) Juncto pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana KUHPidana.   MET.

 

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari
Girl in a jacket
www.jagadwarta.com