Hukum  

Maraknya Pesta Demokrasi Cengkraman Politik Di Tubuh PBNU Tak Terelakkan

Wasilah Indi

Jagad Warta – Malang, Baru baru ini, Ketua Umum PBNU, Gus Yahya Staquf dan Sekjen PBNU, Saiful Yusuf ( Gus Ipul) dalam keterangan, salah satu media online siratkan kesan seolah olah cengkraman politik di tubuh PBNU tak terelakkan.

Menukil keterangan, Gus Yahya, dalam komentar terkait, pengurus PBNU yang mendukung salah satu calon presiden.

Sedangkan, salah satu pengurus PBNU di Jatim, dan termasuk menjadi jurkam nasional presiden yang saat ini, menjabat yakni, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Masih menurut keterangan, Ketua PBNU, jelas jelas secara tidak langsung membela dan mendukung Ning Khofifah untuk masuk dalam jurkam Paslon calon Presiden nomor 2.

Ning khofifah dalam memberikan komentar atas dukungan tersebut. Seakan akan pengurus PBNU yang lainnya, tidak bisa terima seperti halnya, Sekjen PBNU, Gus Ipul pun, ikut memberikan komentar yang terkesan menyerang tatkala, Khofifah Indar Parawansa, mendapatkan kritikan dari Paslon Capres lainnya.

Bahkan, di salah satu media online, Gus Ipul komentarnya, justru malah tampak sangat sentimen kepada Paslon Capres tersebut .

Lebih tragis, Gus Ipul mengajak umat agar tidak memilih Paslon yang didukung oleh, Ba’asyir dan Amin Rais karena tidak sesuai dengan NU.

Pernyataan diatas, ditanggapi oleh, Advokat Agus Salim Ghozali, yang juga mantan Pengurus Anshor, PCNU Karang Anyar Surakarta, PCNU Kabupaten Malang dan penyebar serta pengasuh Dzikir Rottibul Al Haddad, berupa, ini merupakan, statement politik yang tidak mendidik umat justru memecah belah umat.

Jika PBNU sering memberikan komentar tatkala mendapatkan kritikan dari Paslon Capres lain maka PBNU akan pasang badan untuk membelanya.

Lebih lanjut, kami selaku, warga NU yang selalu menjujung khittah 1926, sangat menyayangkan statement Ketua Umum PBNU, Sekjen dan pengurus lainnya, yang selalu berpihak kepada salah satu Paslon Capres walaupun, berpura pura tidak mendukungnya.

Padahal, secara diam diam dan terus berkampanye bergerak di bawah tanah untuk mendukung dan memenangkan Paslon nomor 2.

Semestinya, umat butuh PBNU yang netral dalam pilihan Capres. Jangan di bawah PBNU umat NU ini, dibawa ke salah satu Paslon nomor 2.

Advokat Agus Salim Ghozali, berpesan, biarkan warga NU menentukan sendiri pilihannya. Toh !, siapapun yang menjadi presiden warga NU tetap menanggung ke naikan pajak dan menanggung kenaikan harga sembako juga kenaikan BBM.

Terkait, harga selalu naik. Ketika adanya kenaikan kenaikan pajak,sembako , BBM, listrik, kendaraan , ongkos haji, kenapa PBNU diam ?.

Kenaikan kenaikan seperti halnya, ongkos haji , PBNU bisa hadir berperan guna memperjuangkan warga NU dan masyarakat Indonesia untuk melakukan upaya terhadap Presiden agar harga harga diatas tidak dinaikkan.

Bila perlu PBNU, bisa melakukan tekanan kepada Presiden dan DPRI melalui, demo demo atau duduk bersama untuk diskusi membahas penundaan kenaikan harga.

” PBNU harusnya, lebih bermanfaat bagi umat, juga PBNU lebih bisa memanfaatkan moment pilihan Presiden maupun caleg- caleg guna PBNU memiliki peran dalam forum untuk memberikan pemberdayaan ekonomi atau yang lainnya,” ujar Agus Salim Ghozali.

Harapannya, PBNU bisa memberikan dampak kesejahteraan warga NU hingga ke bawah. Bukan hanya warga NU yang ada di struktural ( pengurus) saja.

Sangat disayangkan, jika Ketua Umum PBNU dan jajaran selalu sibuk mengomentari para Paslon serta mendukung salah satu Paslon. Maka yang tidak di dukung, PBNU akan bersikap sinis dengan cara mengkritik subyektif orangnya saja.

” Jagalah umat warga NU wahai para petinggi PBNU, warga NU sudah cerdas bisa memilih mana Paslon yang baik sesuai kriteria sebagai pemimpin dalam memperjuangkan kesejahteraan – keadilan secara merata dan menjauhi pemimpin korupsi dan kepentingan oligarki atau kelompoknya,” pesan Agus Salim Ghozali

Masih menurutnya, Sekjen PBNU di Pasuruan, yang dulu mendukung Gubernur diindikasi menggerakkan relawan relawan guna mendukung Paslon Pilpres nomor 2.

Diujung keterangan, Agus Salim Ghozali, berharap, insya Allah Gus Yahya ( ketum PBNU ) dan Gus Ipul ( Sekjen PBNU) serta pengurus PBNU lainnya, menjaga amanah agar warga NU untuk tetap bersatu, menjaga NKRI harga mati jangan ada statement Devide it Impera ( politik pecah belah ) demi kekuasaan kelompok penguasa.

” PBNU adalah lembaga pengayom ,pelindung, pemersatu bangsa maka Netralitas PBNU terhadap ketiga Paslon Presiden adalah benar benar netral. Ingatlah pengurus PBNU adalah wadahnya ulama maka berpikirlah jernih seperti para ulama -ulama terdahulu seperti Mbah Hadaratus Syech Hasim Asy’ari yang selalu bergantung kepada Alloh SWT bukan kepada manusia ,” pungkasnya.

Wassalam Advokat Agus Salim Ghozali.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari
Girl in a jacket
www.jagadwarta.com