Pesta Demokrasi 2024 PBNU Terkesan Bingung Umat Harus Dibawa Ke Paslon Nomor Berapa ? Sehingga Menjadi Carut Marut Gak Bahaya Ta ?.

Wasilah Indi

Jagad Warta – Malang, Pesta rakyat siklus 5 tahunan dalam demokrasi yakni, Pemilu 2024, lembaga Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), merupakan lembaga yang memiliki suara terbesar dalam pemilihan Pilpres.

Sehingga menjadi rebutan bagi para Capres dan Cawapres berdampak pengurus PBNU pun tertarik untuk mendukung salah satu Capres.

Hal tersebut, membuat carut marut bagi para pengurus PBNU, PWNU, PCNU pun, terlibat menjadi tim pendukung Paslon presiden. Baik secara langsung maupun tidak langsung.

Sehingga pengurus PBNU yang mengetahui PWNU mendukung salah satu Paslon Capres di reaksi dengan memberhentikan Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur, KH. Marzuki Mustamar.

Sisi lainnya, pengurus lain yang tidak ketahuan masih tersirat mengerakkan guna pendukungan salah satu Paslon Capres lolos dari pemberhentian oleh,PBNU. Inilah yang membuat carut marutnya, kepengurusan PBNU.

Dalam hal, carut marut pada lembaga PBNU ditanggapi oleh, Kyai A.Salim Ghozali asal Malang.

Adapun, tanggapannya, yakni, gembar gembor Ketua Umum PBNU, KH.Yahya Staquf Kholil, saat awal dilantik menjadi Ketum PBNU akan bersih bersih terhadap para pengurus PBNU yang ikut ikutan dalam politik termasuk hal pendukungan terhadap Pilpres 2024.

Pesan Ketum PBNU itu, kini terkesan, hanya isapan jempol belaka atau pesan tersebut, kurang di gubris dan di perhatikan oleh, para pengurus baik dari PBNU, PWNU, PCNU, MWC NU maupun Ranting NU.

Pesan atau gembar gembor Ketum PBNU yang disampaikan, secara tegas tampak tidak dihiraukan hampir di semua pengurus NU baik tingkat pusat sampai daerah. Bahkan kecamatan dan ranting.

Lalu bagaimana PBNU bisa netral ?. Kalau jajaran strukturalnya berpolitik dan apalagi kabar santer di beberapa media jika pemilihan Ketua Umum PBNU ada penyandang dananya, termasuk untuk sekjen PBNU nya mendapat jatah sampai milyaran rupiah asal penyandang dana tersebut, bisa masuk dalam bursa Capres atau Cawapres 2024, yang di dukung oleh, NU. Hal tersebut, sudah menjadi gawe PBNU setiap 5 tahun sekali.

” Maka wajar jika PBNU dibawah Ketua Umumnya, KH.Yahya Staquf Kholil, diragukan Netralitasnya, ” ungkap Kyai. A Salim Ghozali selaku, pengasuh Majelis Dzikir “Rotibbul Haddad seger waras ” Malang.

Dalam hal tersebut diatas, masyarakat pun agak bingung karena sebagai wadah para kyai nya pun, ikut dalam berpolitik.

PBNU harus jelas arah politiknya dalam Capres – Cawapres kemana arahnya ?. Biar masyarakat tidak bingung ?.

Dugaan secara tidak langsung, para Kyai yang ikut dalam berpolitik ada juga hanya untuk sebuah jabatan bahkan ada juga diindikasikan pundi pundi bisa masuk kantong pribadi.

Lebih lanjut, Kyai. A. Salim Ghozali, berharap, masyarakat Indonesia, sepatutnya harus cerdas untuk memilah dan memilih ulama dan pemimpin sebagaimana yang telah di wariskan oleh, Nabi Muhammad Saw, yaitu, ulama adalah pewaris para nabi dan bukan di warisi harta,bukan diwarisi jabatan dan kekuasaan tapi ulama diwarisi ilmu agama dan akhlaq.

Sebab ulama menjadi panutan bagi warganya, jangan sampai ulama yang su’uk menjadi panutannya.

Maka Bangsa Indonesia yang kita cintai ini, akan rusak dan hancur karena kena murkanya Alloh SWT, dengan banyak musibah banjir, gempa dan lain lain, akibat ulama ulamanya sudah tidak amanah terhadap warisannya Nabi Muhammad Saw.

Kami dari warga NU yang komitmen dengan khittoh NU 1926 selaku, pendiri Mbah Kyai Syech. Hasim Asy’ari dan Mbah Kyai Syech. Kholil Bangkalan, dan para Pendiri NU lainnya, tetap mendudukkan NU tidak dalam pusaran Poltik tapi NU dan atau PBNU dibawah kepimpinan. KH.Yahya Staquf, harus netral demi persatuan dan kesatuan warga negara Indonesia.

” NU dan PBNU tetap sebagai pengayom ummat,NU dan PBNU sebagai penyelamat bangsa , NU dan PBNU sebagai penerus warisan nabi Muhammad Saw, yaitu, sebagai Rahmatan Lil Al-Amin bagi seluruh alam semesta,” pungkas Kyai Salim.   TIM.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari
Girl in a jacket
www.jagadwarta.com