Hukum  

Odha Septa Viana Dan Kunto Arief Wibowo Dibantu Sang Sopir Rugikan Lianto Sugeng Berujung Pidana

Wasilah Indi

Jagad Warta – Surabaya, Odha Septa Viana beserta sang adik yakni, Kunto Arief Wibowo dibantu sang sopir yaitu, Pidy Handoko, meyakinkan Lianto Sugeng guna kucurkan modal investasi dengan memenangi pengerjaan Bandara di Kediri.

Hal diatas, terungkap atas keterangan sang sopir Pidy Handoko (dalam berkas terpisah) tatkala, memberi keterangan sebagai saksi yang juga sekaligus keterangannya, dianggap sebagai terdakwa.

Adapun, yang disampaikan, Pidy yaitu, saya terjerembab dalam perkara ini, lantaran disangka mengiming-imingi Lianto agar menanamkan modal ke Odha Septa Viana (dalam berkas terpisah).

Odha Septa Viana Jalani Proses Hukum Atas Sangkaan Rugikan Lianto Sugeng.

Lebih lanjut, dirinya mengenal Lianto karena kerap berkomunikasi dalam setiap kegiatan. Dalam komunikasi inilah, saya meyakinkan, Lianto, bahwa benar Odha dan Kunto Arief Wibowo (dalam berkas terpisah) ada pengerjaan proyek rumah dan Bandara di Kediri.

” Benar Yang Mulia !, saya meyakinkan terhadap Lianto, bahwa Odha dan Kunto ada pengerjaan Bandara di Kediri ,” ungkapnya.

Namun, sebenarnya, pengerjaan di Bandara Kediri itu, memang tidak ada. Hanya pengerjaan rumah kost-kostan dan yang mengerjakan adalah Kunto.

Saya kenal Lianto, uangnya sudah masuk ke Kunto. Namun, besaran uang yang masuk saya tidak tahu.

Masih menurut Pidy, dirinya, terpaksa meyakinkan Lianto karena dirinya, bekerja dengan Odha sebagai sopir sejak 2015.

Lianto berikan uang terhadap keduanya (Odha dan Kunto) untuk kembangkan usaha. Awalnya, kerjasama untuk Rent Car (sewa mobil) lalu dialihkan ke pekerjaan proyek.

” Modal dari Lianto untuk beli mobil guna di sewakan namun, diperjelas oleh Pidy, bahwa modal tersebut, tidak di belikan mobil ,” ungkapnya.

Pidy juga tidak menampik, jika dirinya pernah mengantar Lianto cek ke lokasi termasuk ke Bandara Kediri.

Tujuannya, menemani Lianto, karena di beri tugas Odha. Kerjasama diawal untuk Rent Car lalu beralih ke proyek yang mengatur adalah Odha.

Pidy juga membeberkan, dalam percakapan via WhatsApp dirinya dengan Lianto, pernah memberi jawaban, perihal proyek.
” Saya jawab aman dan Odha memiliki banyak aset tanah ,” bebernya.

Keterangan Pidy lainnya, proyek yang fiktif adalah Bandara Kediri. Terkait, CV dipinjam dari Febriaji.

Atas perkara yang melibatkan ke-tiga nya, ditetapkan sebagai terdakwa dalam berkas terpisah Rianto mengalami kerugian sebesar 510 Juta.

Dampak perbuatan dari ketiganya, JPU menjerat sebagaimana yang diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 atau 372 KUHP Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.   MET.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari
Girl in a jacket
www.jagadwarta.com