Gemas’D Gelar Aksi Damai Di Untag Surabaya, Serukan Demokrasi Yang Bersih

Wasilah Indi

Jagad Warta – Surabaya, Kegiatan Aksi damai ‘Selamatkan Demokrasi’ yang diselenggarakan oleh, Gerakan Mahasiswa Selamatkan Demokrasi (Gemas’D) digelar di Untag Surabaya, menjadi momentum bagi mahasiswa dan masyarakat umum untuk bersama-sama menyuarakan aspirasi terkait, dinamika politik dengan mengedepankan prinsip-prinsip demokrasi.

Kegiatan yang dihadiri 3.000 mahasiswa dari berbagai universitas di Jawa Timur, berkumpul sejak pukul 11.00 WIB hari ini, Rabu (6/12/2023).

  • Kegiatan ini, mengundang berbagai orator dan aktivis demokrasi seperti Butet Kartaredjasa, Eros Djarot, Alifurrahman S Asyari, Presiden BEM UI, Seno Baskoro, Aliansi Mahasiswa Jawa Timur, dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Pada kesempatan tersebut, Butet menyampaikan, kegiatan ini, memberikan ruang bagi mahasiswa dan masyarakat umum untuk memahami kondisi demokrasi saat ini.

” Saya yakin bahwa mahasiswa yang hadir di acara ini adalah pemilik masa depan yang akan menyelamatkan konstitusi bangsa dan negara,” ungkapnya.

Dalam suasana yang penuh semangat, peserta yang berasal dari mayoritas Badan Eksekutif Mahasiswa lintas universitas di Jawa Timur, dan anggota masyarakat yang saling bertukar aspirasi dan ide untuk memperkuat demokrasi, yang mengeksplorasi isu-isu krusial, termasuk tantangan terkini yang dihadapi oleh demokrasi Indonesia.

” Sebarkan berita dan sampaikan, pada masyarakat Indonesia bahwa demokrasi tidak boleh dijadikan alat untuk memenuhi nafsu kekuasaan,” ujar Eros Djarot.

Eros Djarot juga menegaskan, perlunya, berani mengawal visi meningkatkan pemahaman masyarakat dan pentingnya menjaga dan mengawal demokrasi sebagai landasan utama bagi pembangunan berkelanjutan.

” Kita harus berani dan tegas dalam menjaga dan mengawal demokrasi, terutama menghadapi pemilu Februari mendatang,” tegasnya dalam orasinya.

Sementara itu, Presiden BEM UI, Melki Sadang Huang yang sebagai salah satu dari perwakilan BEM di lintas universitas dengan lugas menyatakan, bahwa aksi ini bertujuan untuk menunjukkan keterlibatan aktif dalam menyuarakan kekhawatiran terhadap demokrasi Indonesia saat ini.

” Melalui aksi ini, kami berharap dapat menunjukkan keterlibatan masyarakat dalam pemilihan yang akan datang dan menyuarakan keprihatinan terhadap kondisi demokrasi saat ini,” jelasnya.

Harapan dari giat tersebut, tidak hanya menjadi titik awal diskusi yang lebih mendalam mengenai demokrasi, tetapi juga sebagai dorongan bagi partisipasi aktif dan kolektif dalam menjaga serta memperjuangkan nilai-nilai demokrasi di masa depan.

Selain menyampaikan aspirasi dan kekhawatiran, kegiatan ini, juga dilengkapi dengan pameran seni, termasuk penampilan musik yang memainkan lagu perjuangan, serta pertunjukan seni yang mengangkat tema demokrasi.   TIM.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari
Girl in a jacket
www.jagadwarta.com