Hukum  

Embat Pencairan Cek Nasabah Prioritas, Keterangan Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Terduga Pelakunya Fanty Liliastutie Dan Andi Saputra

Wasilah Indi

Jagad Warta – Surabaya, Perkara embat pencairan cek milik nasabah prioritas dengan terduga Fanty Liliastutie dan Andi Saputra yang ditetapkan, sebagai terdakwa makin terang setelah mendengar keterangan para saksi keryawan lembaga pendidikan SD Muhammadiyah.

Dalam persidangan, yang bergulir pada Kamis (24/11/2023), terungkap sudah terduga pelakunya, Fanty Liliastutie dan Andi Saputra yang tak lain adalah karyawan Bank Syariah Indonesia (BSI) sendiri.

Hal diatas, disampaikan, Kepala Sekolah Lembaga pendidikan SD Muhammadiyah, tatkala dihadirkan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim.

Adapun, keterangan Kepala Sekolah Lembaga pendidikan SD Muhammadiyah, yakni, Munaha, mengatakan, dirinya mengetahui Andi Saputra (berkas terpisah) hanya se-sekali saja sedangkan, dengan Fanty Liliastutie (terdakwa) lebih intens atau lebih mengenal karena sebelum dirinya, menjadi Kepala Sekolah Fanty Liliastutie sudah ada lantaran, lembaganya, lebih dulu menjalin kerjasama dengan Bank BSI.

Lebih lanjut, dirinya, sebagai Kepala Sekolah bertanggung jawab merencanakan, melaksanakan kegiatan sekolah termasuk melanjutkan lembaganya sebagai nasabah prioritas Bank BSI.

Berlandaskan, lembaganya sebagai nasabah prioritas di Bank BSI tentunya, kemudahan bertransaksi diberikan maka atas kemudahan transaksi itulah, pihaknya, tiap kali melakukan setor tunai atau penarikan dana tidak harus datang ke Bank BSI namun, justru mendapatkan layanan di antar oleh, Fanty Liliastutie (terdakwa).

” Kala pihaknya, setor tunai terdakwa datang dan saat penarikan cek yang sudah kami tanda tangani di jemput terdakwa guna pencairan lalu diberikan ke lembaganya,” terang Kepala Sekolah SD Muhammadiyah.

Sayangnya, akhir akhir ini, telah diketahui, pencairan cek selalu molor dengan berbagai alasan yang disampaikan, Fanty Liliastutie.

Munaha membeberkan, sebelum perkara ini ke persidangan, pihaknya, mengatakan, ada infaq guru yang disetor ke Bank BSI, berupa, cek.

Selanjutnya, Munaha, kaget saat akan melakukan pencarian selalu molor dan setelah melakukan konfirmasi di Kantor Cabang Mulyosari Surabaya, menyatakan, saldo kurang.

Mengetahui hal tersebut, Munaha melakukan komunikasi dengan Fanty Liliastutie (terdakwa) yang mengarahkan guna menanyakan ke Kantor BSI di Jalan. Diponegoro Surabaya.

Keterangan lainnya, terkait, rekening maupun cek Munaha, meyakini, asli produk Bank BSI karena pihak lembaga pendidikan Muhammadiyah Surabaya, melakukan semua transaksi yang dilayani oleh, Fanty Liliastutie (terdakwa).

Sedangkan, Widya, dalam keterangan mengatakan, Lembaga pendidikan SD Muhammadiyah, memiliki 4 rekening di Bank BSI . Masing masing rekening, ada khusus buat pembangunan pendidikan, rekening khusus untuk pembayaran iuran SPP dari siswa, rekening khusus penerimaan siswa baru dan rekening khusus untuk operasional sekolah.

Dari 4 rekening tersebut, Bank BSI melalui, program Pick-up juga sekaligus menjadikan Lembaga pendidikan SD Muhammadiyah, sebagai nasabah prioritas.

Disinggung proses setor tunai, Widya mengatakan, sebelumnya pihak lembaga sudah menjalin kerjasama sejak lama maka tidak ada surat tugas apapun atau surat validasi dari Bank BSI.

” Setelah setor tunai pihaknya, tidak mendapat surat vilidasi. Setoran kami serahkan ke terdakwa ,” bebernya.

Kedua saksi juga menerangkan, akhir akhir ini, pihaknya kerap merasakan molor saat pencairan dana. Bahkan, bisa sebulan berikutnya, baru dicairkan.

Keterlambatan pencairan, Widya, mendapat jawaban dari terdakwa yakni, sistem lagi eror.
” Keterlambatan pencarian beberapa kali lantaran sistem eror dari pusat Jakarta ,” terang Widya.

Diujung keterangannya, Munaha, menyampaikan, gegara pencairan sering kali terlambat maka pihaknya, komunikasi dengan beberapa Kepala Cabang Bank BSI lainnya hingga perkara ini, naik ke muka persidangan.

Dari keterangan kedua saksi tersebut, Fanty Liliastutie dan Andi Saputra dalam tanggapan mengamini keterangan kedua saksi dari Lembaga pendidikan SD Muhammadiyah.  MET.

 

 

 

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari
Girl in a jacket
www.jagadwarta.com