Hukum  

Sidang Memanas Penasehat Hukum Liliana Herawati, Jaksa Dan Saksi Debat Kusir

Wasilah Indi

Jagad Warta – Surabaya, Sidang lanjutan, atas perkara dugaan pemakaian keterangan palsu dalam akta otentik telah melibatkan, Kaicho Liliana Herawati ditetapkan sebagai terdakwa.

Dipersidangan pada Selasa (20/6/2023),
Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Surabaya, Darwis, menghadirkan Tjandra Sridjaja sebagai saksi guna dimintai keterangan.

Dipersidangan tersebut, tampak semakin memanas tatkala JPU, saksi maupun Penasehat Hukum terdakwa saling keukeuh menguatkan alibi masing masing.

Hal ini, berulangkali sempat diingatkan Sang Pengadil yakni, agar masing-masing pihak menghargai persidangan.

Adapun, dalam keterangan, Tjandra Sridjaja mengatakan, sempat memberi pilihan terhadap terdakwa yakni, yayasan dibubarkan, mengundurkan diri atau sesuai AD/ART yakni, harus dipecat dengan tidak hormat.

” 3 pilihan sudah saya tawarkan ke terdakwa dan pilihan ada ditangan Kaicho,” ungkapnya.

Perihal diatas, disampaikan saksi melalui, layanan telepon seluler dan dalam jawaban Kaicho menyatakan mengundurkan diri.

“ Saat itu, saya menanyakan itu per telepon. Jadi saya speaker dia (terdakwa) mengatakan saya mengundurkan diri. Saya akan hadir rapat tetapi jangan dipermalukan,” papar saksi.

Lebih lanjut, Kaicho hadir bersama 7 orang diantaranya, Andi Prajitno, Surya Kencana, Rudy Hartono, Alex Suantoro, anaknya Alex Suantoro. Sedangkan, yang hadir dari perkumpulan yaitu, saksi dan Sekjen Erick Sastrodikoro,.

Dalam pertemuan, disampaikan saksi persoalan jika ada 2 nama yang sama dan seperti dalam usulan yaitu, nama perkumpulan diganti.

Sedangkan, Penasehat Hukum terdakwa, menyinggung, status saksi apakah sudah keluar dari perguruan pembinaan mental Karate KYOKUSHINKAI.

Saksi pun, menyatakan, sudah keluar.
“Kalau ditanya saya masih menjabat atau tidak, Sejak 28 Desember 2021 saya sudah mengundurkan diri dan saya sudah diberikan penghargaan dengan ucapan terima kasih,” tambah saksi.

Masih menurutnya, juga menyinggung terkait akta nomor 8 apakah saksi hadir di kantor notaris?

Dalam keterangan, saksi menyampaikan, jelas, saya tidak hadir itu pertanyaan tidak relevan.

Penasehat Hukum terdakwa, juga menyentil terkait dana yang sudah terkumpul.

Di keterangan tersebut, saksi menerangkan, Nah !, di sinilah mulanya terjadi masalah, Liliana tahu dari Erick Sastrodikoro sekitar akhir 2021 perkumpulan ada dana 7.9 Milyard.

Kemudian muncul orang yang mengaku, menjadi kuasa untuk meminta dibelikan tanah di depannya Dojo.

Selanjutnya, hal ini saya lempar saja ke Bambang dan dalam jawaban, Bambang menolak.

Berikutnya, muncul orang yang mengaku, kuasa dalam layanan telepon seluler minta uang itu ditransfer ke rekening Liliana.

Dalam Whatsapp-nya jelas disebutkan bahwa uang ini tidak ada hubungannya dengan perguruan.

“Kalau saya tidak mengirim uang, nama saya akan dirusak dengan berita berita online, Podcast dan lainnya ,” tuturnya.

Saksi juga memaparkan, yang bersangkutan mengirimkan kuasa-kuasanya dan ancaman-ancaman kemudian dengan akta itu saya dilaporkan polisi dengan jeratan pasal 372 ,378.

Kala itu, saya tanya ke bagian penyidikan, kalau yang dimaksud uang itu silahkan dibuktikan.

Atas keterangan saksi terdakwa menyampaikan tanggapan berupa, saya tidak pernah menggunakan akta nomor 8 untuk membuat laporan pidana di Bareskrim.

Hal lain, pada rapat 7 nNovember 2019 karena masalah yayasan adalah tidak benar.

Secara terpisah, usai sidang salah satu Penasehat Hukum terdakwa, saat ditemui beberapa awak media mengatakan, secara formil pembuatan akta 16 dan akta 17 itu tidak sesuai prosedur.

Maka terdakwa menyatakan diri dalam pernyataan dalam Akta 8 bahwa dia tidak mengundurkan diri.

Ia menambahkan, pada akta 16 dan 17 yang dijadikan dasar laporan kepada Liliana itu benar atau tidak ?.

Dalam Akta 16 apakah ada pernyataan terdakwa yang menyatakan, mengundurkan diri ?.

” Ternyata tidak ada. Yang ada hanyalah pengesahan,” pungkasnya.  TIM.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari
Girl in a jacket
www.jagadwarta.com