Hukum  

Ketua Asprov PSSI Jatim Ahmad Riyadh Sebut, Panpel Yang Berwenang Karena Membawahi Keamanan

Sidang Perkara Tragedi Kanjuruhan Malang

Wasilah Indi

Jagad Warta – Surabaya, Sidang perkara tragedi Kanjuruhan Malang, yang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, memasuki agenda mendengar keterangan saksi dari Ketua PSSI Jatim yakni, Ahmad Riyadh, Jumat (20/1/2023).

Dipersidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jatim, terdiri dari 7 JPU, secara bergantian mencecar beberapa pertanyaan terkait, standar kelayakan stadion, siapa yang bertanggung jawab atas tragedi Kanjuruhan Malang serta regulasi PSSI terhadap Family Football ( Panpel, Steward ).

Dalam keterangannya, Ahmad Riyadh, menyampaikan, pihaknya selaku, Ketua PSSI tidak punya wewenang terhadap Liga 1 dan Liga 2.

” Terkait pertandingan Arema Versus Persebaya yang berwenang Panpel PT.LIB dan Panpel Malang ,” ujarnya.

Lebih lanjut, mengenai kondisi di lapangan Kanjuruhan Malang, pun, PSSI Jatim juga tidak berwenang dan yang berwenang adalah PSSI Pusat.

Mengenai regulasi, Ketua PSSI Jatim, memaparkan, dalam pasal 3 regulasi wajib di sosialisasikan dan wajib ketahui statuta.

Terkait pasal 3 yakni, keselamatan dan keamanan yang tanggungjawab Panpel dibawah ada Sekuriti Officer.

Perihal regulasi, sudah di sosialisasikan sejak 2019. Bahwa tiap pertandingan selalu ada sosialisasi atau workshop yang diikuti mulai dari seluruh klub yang mengikuti liga, bisnis juga Panpel.

Dalam Statuta termasuk semua sudah sosialisasi. Hal ini, pada tahun 2021 tiap Kongres selalu ada penyesuaian aturan aturan FIFA termasuk juga sebelum liga digelar pertandingan semua klub kumpul guna mengikuti undian jadwal liga.

” Mengenai sosialisasi, bagian PT. LIB
semua wajib mematuhi ,” ujarnya.

Ditingkat daerah kewajiban menyampaikan, regulasi dilakukan Panpel lalu ke polisi.
Jika regulasi tidak dilaksanakan PSSI bisa batalkan jadwal pertandingan.

Perihal, gas air mata masuk dilapangan Steward harus tahu bahwa aturannya tidak boleh masuk dilapangan.

• Steward katakan, saat kejadian ada penonton yang lewat pintu darurat namun, ditembak juga oleh polisi ,” ungkap Ahmad Riyadh.

Paska tragedi Kanjuruhan Malang, Ahmad Riyadh, yang ditugaskan sebagai Jubir PSSI mengatakan, senjata gas air mata dilarang digunakan.

Terkait kedua terdakwa (Suko dan Abdul Haris), oleh PSSI juga dikenai sanksinkarena Panpel tidak bisa kendalikan situasi. Tidak hanya itu, Security Officer maupun klub Arema juga dikenai sanksi.

” Hingga saat ini, klub Arema tidak bisa jalani laga home di Kanjuruhan Malang lantaran, Sanski dari PSSI yakni, jalani laga setidak tidaknya berjarak 200 KM dari home base ,” ungkap Riyadh

Sedangkan, petugas bawa senjata di dalam pertandingan semestinya, Sekurity Officer menegur aparat agar tidak bawa senjata dilapangan.

Ahmad Riyadh juga, membeberkan, bahwa
Panpel dan Sekurity Officer yang menunjuk adalah klub.

Setahu dirinya, Abdul Haris (terdakwa) sudah 30 tahun lebih jadi Panpel. Dan hasil persiapan Panpel sebelumnya sudah ada pertemuan guna simulasi agar pertandingan kondusif.

Menyinggung jika ada permasalahan di lapangan Panpel yang berkuasa atau yang berwenang karena membawahi keamanan.

” Menurut hasil labfor setelah tragedi Kanjuruhan seperti itu ,” ujar Riyadh.

Untuk kelayakan stadion, Ahmad Riyadh, menjelaskan, bahwa di Indonesia semua klub tidak memiliki stadion dan yang digunakan adalah stadion milik Pemda masing masing klub.

Hal lainnya, Panpel harus menjamin semua pintu selalu ada yang jaga. Lantaran, Ketua PSSI Jatim saat Tragedi Kanjuruhan tidak ada dilapangan sehingga, dirinya, tidak bisa sampaikan yang tidak diketahuinya.

Setelah kejadian hasil labfor PSSI, harusnya bisa laksanakan pertandingan dengan aman.
” Menilai kelayakan Stadion Kanjuruhan Malang layak. Tragedi Kanjuruhan khan !, tidak ada Bonek murni suporter Arema ,” ujarnya.

Membahas persyaratan kompetisi, disampaikan, Ahmad Riyadh, bahwa klub berbadan hukum, memiliki finansial juga infrastruktur.

” Klub menjadi peserta liga berarti sudah penuhi syarat ,” paparnya.

Diujung keterangan, Ahmad Riyadh, mengatakan, hingga kini belum ada pasal bila terjadi kericuhan saat dilaksanakan dalam olahraga.   MET.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari
Girl in a jacket
www.jagadwarta.com