Hukum  

Jaksa Sebut Eksi Anggraeni Residivis Dan Terbukti Bersalah Dituntut 3 Tahun Penjara

Wasilah Indi

Jagad Warta – Surabaya, Sidang lanjutan, perkara dugaan penipuan emas yang melibatkan Eksi Anggraeni sebagai terdakwa jalani sidang dengan agenda bacaan tuntutan dari Kejaksaan Tinggi Jatim, Harry Basuki.

Bacaan tuntutan JPU, yang digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (8/12/2022), yakni, terdakwa dinyatakan secara sah terbukti bersalah sebagaimana jeratan pasal 378 KUHP.

JPU, memohon terhadap Sang Pengadil yang memeriksa perkara ini agar mengadili, menjatuhi pidana penjara selama 3 tahun terhadap Eksi Anggraeni.

Usai bacakan tuntutan, Sang Pengadil memberi kesempatan terhadap terdakwa guna menyampaikan nota pembelaan.

Dikesempatan tersebut, Eksi Anggraeni melalui, Penasehat Hukum akan menyampaikan nota pembelaan di persidangan berikutnya.

Sang Pengadil R.Yoes Hartyaso Mendengarkan Bacaan Tuntutan Jaksa.

Untuk diketahui, Eksi Anggraeni disebutkan, residivis oleh, JPU dalam persidangan bacaan tuntutan.

Sebagaimana dalam dakwaan JPU, Eksi Anggraeni pada (27/9/2018) bertempat di restoran Bon Ami, Jalan. Darmo Surabaya,
dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak, baik dengan memakai nama palsu atau keadaan palsu, baik dengan akal dan tipu muslihat, maupun dengan karangan perkataan-perkataan bohong, membujuk orang supaya memberikan sesuatu barang, membuat utang atau menghapuskan piutang.

Masih dalam dakwaan JPU, disebutkan, Ikhwalnya, Devi Chrisnawati bercerita kepada Liem Melina ada lelang emas di Pegadaian melalui, Eksi Anggraeni.

Singkat cerita, Liem Melina bertemu Eksi Anggraeni di kantor Notaris Devi Chrisnawati pada Desember 2017.

Selanjutnya, pada Februari 2018, terjadi transaksi bahwa Eksi Anggraeni menjanjikan
menjual emas PT.Antam dengan harga lebih murah.

Ketertarikan Liem Melina berupa, membeli 2 Kilogram emas terhadap Eksi Anggraeni.

Berikutnya, Liem Melina kembali membeli emas lokal batangan seberat 15 Kilogram, 24 Karat, pada (27/9/2018). Emas tersebut, berasal dari lelang pegadaian dengan harga sebesar 535 Ribu tiap gramnya.

Dari pemesanan tersebut, Liem Melina melakukan pembayaran melalui transfer ke rekening BCA atas nama Eksi Anggraeni sebesar 8 Milyard.

Sayangnya, emas seberat 15 Kilogram tidak diserahkan secara cash tetapi tertunda antara 12 hingga 20 hari.

Untuk pembelian 15 Kilogram emas ini, Lim Melina terima pada (15/10/2018), namun, karena Lim Melina hanya memerlukan emas untuk kepentingan toko seberat 1 Kilogram.

Sisa emas seberat 14 Kilogram, dititipkan, kepada Eksi Anggraeni, untuk dijual kembali kepada orang lain. Mengingat harga emas saat itu, adalah 560 Ribu tiap gramnya.

Sehingga, total jumlah harga seluruhnya 14 Kilogram sebanyak 7.840 Milyard. Berdasarkan, 14 Kilogram tersebut, Eksi Anggraeni menerbitkan Cek BCA dengan nomor DY 222532 sejumlah 7.490 Milyard maka ada selisih harga sebesar 350 Juta ditransfer Eksi Anggraeni kepada Lim Melina.

Jual beli Lim Melina dengan Eksi Anggraeni terus berlanjut, hingga (15/10/2018). Bahwa Lim Melina menitipkan emas 15 Kilogram kepada Eksi Anggraeni guna dijual.
Atas penitipan 15 Kilogram emas diatas, Eksi Anggraeni menerbitkan Cek BCA sebesar 9 Milyard.

Bahwa pembelian emas Liem Melina yang sejak (27/9/2018), dengan uang yang sudah ditransfer setara dengan jumlah emas 31 Kilogram.

Berawal dari inilah, Eksi Anggraeni membuat surat pernyataan pada (6/12/2018), yang isinya, menyatakan, bahwa Eksi Anggraeni telah membeli emas batangan 24 Karat seberat 31 Kilogram dengan harga 565 Ribu tiap gramnya.

Sesuai harga yang disepakati ketika itu, Eksi Anggraeni menyerahkan 5 lembar cek BCA. Adapun, rinciannya, pada (6/12/2018) dan (8/12/2018) serta (17/12/2018).

Bahwa setelah cek tersebut, dicairkan pada bulan Desember 2018 dan bulan Februari 2019, ternyata seluruh cek ditolak oleh, pihak Bank dengan alasan dana tidak cukup.

Sehingga, dibuatkan, 2 kali surat teguran masing-masing tanggal 4 Februari 2019 dan 14 Februari 2019. Namun, teguran tidak di hiraukan sehingga, dilaporkan ke Polda Jatim.

Atas perbuatannya, JPU menjerat Eksi Anggraeni sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHP.   MET.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari
Girl in a jacket
www.jagadwarta.com