Hukum  

William Patrick Tjah Dijerat Pasal 378 Kembali Jalani Proses Hukum

Judi Johanis Tujuan Sewa Rumah Untuk Tinggal Seatap Dengan Mama Terdakwa

Wasilah Indi

Jagad Warta – Surabaya, William Patrick Tjah meski tidak ditahan atas perkara yang membelitnya sebagaimana Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tanjung Perak Surabaya, Uwais Deffa, menjerat pasal 378 Juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dipersidangan, JPU, menghadirkan 3 orang saksi yakni, Apiin, Andi dan Judi Johanis guna memberikan keterangan dalam perkara ini.

Judi Johanis mengawali keterangannya, berupa, intinya, saya melaporkan terdakwa gegara sewa rumah 1,3 tahun. Sebelumnya, rumah ditempati terdakwa dan saya ditawari guna melanjutkan kontrakan terdakwa.

” Terdakwa katakan, rumah milik kenalannya di Jakarta yang dikuasakan kepada terdakwa ,” ucapnya.

Masih menurutnya, saya sewa rumah 1,3 tahun sebesar 88 Juta. Mengetahui rumah ditempati orang lain, saya hubungi Andi (pemilik rumah).

” Saya sewa Yang Mulia namun, kata terdakwa rumah tersebut, milik orang lain yang dikuasakan ke terdakwa ,” paparnya.

Setelah itu, saya tinggal 3 bulan bersama Liong Tini Sulastri Liono ( ibu terdakwa ) satu atap, tiba-tiba barang barang saya dikeluarkan saat saya di Kalimantan.

Setiba di Surabaya, saya ketahui rumah di Pakuwon City Cluster Long Beach S5 No. 16, Kelurahan Kalisari, Kecamatan Mulyorejo, Kota Surabaya, sudah ditempati orang lain.

Lantaran, barang barangnya dikeluarkan maka saya juga pernah melayangkan somasi melalui, Penasehat Hukumnya.

” Setelah somasi, rumah tidak bisa saya tempati dan uang pembayaran kontrak tidak dikembalikan terdakwa ,” ujarnya.

Secara gamblang, Judi Johanis, menanggapi pertanyaan Penasehat Hukum terdakwa, berupa, saya sewa rumah tidak bersama keluarga. Tujuan, sewa rumah untuk tinggal dengan mama terdakwa.

Hal lainnya, saksi juga mengakui, keterangannya dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sisa kontrak sebesar 18 Juta sudah diterima.

Selain itu, Penasehat Hukum terdakwa, menilai, Judi Johanis diperkirakan, sudah menempati rumah selama 6 bulan terhitung sejak 15 Juni.

Atas keterangan Judi Johanis, dalam kesempatan yang diberikan Sang Pengadil guna terdakwa menanggapi disebutkan, bahwa terdakwa tidak pernah komunikasi atau menawarkan sewa rumah kepada Judi Johanis.

” Saya tidak pernah komunikasi dengan Judi Johanis, namun, Judi Johanis komunikasi dengan mama terdakwa ,” ungkapnya.

Sesi selanjutnya, Apiin, dalam keterangan, mengatakan, sebagai sopirnya Judi Johanis. Terkait, perkara ini, dirinya lebih banyak tidak mengetahui.

Sedangkan, Andi Firmansyah (pemilik rumah), dalam keterangan, mengatakan, dalam perkara ini, saya ketahui terdakwa dituduh tidak menyewakan.

Keterangan lainnya, yakni, terdakwa hanya sewa 6 bulan tidak setahun. Lalu selang beberapa bulan sekitar Juli ada pembatalan bahwa terdakwa tidak jadi perpanjang kontrak rumah.

Sebelumnya, saya sudah di transfer 40 Juta, kemudian terdakwa minta uang pembayaran perpanjang kontrak guna dikembalikan.

” Uang perpanjang kontrak rumah, sudah saya kembalikan sebesar 20 Juta, karena saya juga merugi rumah tidak jadi di kontrak ,” jelasnya.   MET.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari
Girl in a jacket
www.jagadwarta.com